Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
8 Sifat Ar Rahman yang Wajib Diamalkan

8 Sifat Ar Rahman yang Wajib Diamalkan

8 Sifat Ar Rahman yang Wajib Diamalkan

Oleh : Sri Sugiastuti

Sebagai seorang mukmin yang ingin hidupnya mulia di dunia dan di akherat, hendaknya bisa mengamalkan 8 sifat dari Ar Rahman yang merupakan salah satu Asmaul Husna milik Allah SWT.

Sifat-sifat mereka disebutkan dalam 8 tahapan dengan kalimat yang penuh keberkahan. Seorang mukmin wajib merenungi sifat-sifat yang agung ini dan menjadikannya pembelajaran serta percontohan untuk diri mereka.

Harus menyadari bahwa sebagai hamba Allah penuh kekurangan dan suka menyia-nyiakan ketaatan.Sudah saatnya bersegera menyempurnakan kekurangan dirinya sebelum datang ajal menjemputnya.

Hamba Allah yang sadar dalam beribadah akan berusaha mengamalkan sifat mulia Allah SWT Ar Rahman yang terdapat dalam Al Qur'an.

Pertama: Sikap tenang tidak peduli dengan orang yang mencela ketaatannya, rendah hati kepada Allah SWT, dan membantahnya dengan cara yang baik. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS. Al-Furqan: 63).

Kedua: Penuh perhatian dan khusyuk dalam shalat. Allah juga menyebutkan di antara sifat mereka adalah menaruh perhatian terhadap shalat malam dan mengerjakannya dengan penuh keikhlasan, ketundukan, dan kekhusyuan. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 64).

Ketiga: Memperbanyak doa. Sifat mereka yang disebutkan oleh Allah Ta’ala adalah mereka sangat takut terhadap neraka, padahal mereka memiliki amalan yang agung dan sifat-sifat yang terpuji. Mereka takut dari adzab Allah Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, mereka berdoa dengan sepenuh pengharapan agar dijauhkan dari neraka dan berusaha menjauhkan diri sebab-sebab yang bisa menghantarkan ke neraka. Allah Ta’ala berfirman,

Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (QS. Al-Furqan: 65-66).

Keempat: Gemar bersedekah. Mereka juga adalah orang yang senantiasa berinfak, baik yang wajib maupun yang Sunnah. Berinfak dengan tidak berlebihan hingga menyusahkan diri mereka, juga tidak pelit karena terlalu sedikit. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al-Furqan: 67).

Kelima: Takut berbuat dosa. Setelah itu, Allah mengabarkan bahwa mereka juga adalah orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar. Khususnya dosa syirik, membunuh, dan zina. Karena tiga perbuatan ini adalah dosa yang terbesar dan termasuk hal-hal yang membinasakan. Dengan rasa takut dan rajinnya mereka melakukan ketaatan, mereka juga memiliki sifat bersegera dan senantiasa bertaubat kepada Allah ketika melakukan dosa. Allah Ta’ala berfirman,

"Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (QS. Al-Furqan: 68-71)

Keenam: Berada dalam majlis ketaatan. Allah Jalla wa ‘Ala menyebutkan mereka adalah orang yang jauh dari majlis-majlis yang mungkar, yang melalaikan, batil, dan sesat. Apabila mereka melewati majlis-majlis demikian, mereka tidak memperdulikannya karena mereka memuliakan diri mereka sendiri. Mereka mensucikan diri mereka dari majlis-majlis yang sia-sia dan jelek. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al-Furqan: 72).

Ketujuh: Berpegang teguh pada Al Qur'an. Mereka adalah orang-orang yang mengagungkan ayat-ayat Allah dan tidak pernah menentang atau membantah ayat-ayat tersebut, bahkan mereka adalah orang yang mengimaninya dengan cara yang baik. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.” (QS. Al-Furqan: 73).

Kedelapan: Selalu berharap Ridha Allah. Mereka adalah orang-orang yang menghadapkan diri kepada Allah dengan cara yang terbaik dan menyempurnakan doa. Mereka memuliakan diri mereka sendiri, keluarga, dan keturunan mereka dengan cara memohonkan kebaikan di dunia dan akhirat untuk mereka semua. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan 74).

Kemudian Allah Jalla wa ‘Ala tutup rangkaian sifat-sifat mereka dengan menjanjikan derajat yang tinggi dan kedudukan yang mulia di hari kiamat kelak. Allah Ta’ala berfirman,
ً
“Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya.” (QS. Al-Furqan: 75).

Para malaikat menyambut mereka dengan sambutan yang mulia. Tempat mereka di surga yang penuh dengan keselamatan dan kesempurnaan. Dengan 8 sifat dan mengamalkannya dalam kehidupan, hati jadi tenang.

Alangkah agung dan mulia bila kita selalu menjaga dan mengamalkan sifat-sifat tersebut. Hendaknya setiap muslim bersemangat untuk mengoreksi diri dan terus memperbaiki amalannya sesuai dengan penjelasan yang telah Allah jelaskan di dalam ayat-ayat surat Al-Furqan.

Rumahku dalam tadabbur Al Qur'an.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Alhamdulillah, satu kajian penuh hikmah mengawali jumat barokah. Jazakillah khoir, bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

09 Nov
Balas

Alhamdulillah, tercurah doa yang sama untuk Bu Nana

09 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali