Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
*Berbagi Itu Indah*.

*Berbagi Itu Indah*.

*Berbagi Itu Indah*.

Catatan Ramadhan 24
_Oleh Sri Sugiastuti_

Berbagi di bulan Ramadan, Alhamdulillah sudah menjadi kebiasaan rutin kami. Ya kami biasa berbagi dalam hal yang kecil-kecil. Yang paling utama adalah saya berbagi ilmu, pemikiran, dan kadang juga rezeki dalam bentuk lain. Tapi yang paling sering adalah berbagi pikiran dan tenaga. Karena tenaga dan pikiran yang saya miliki. Ini bagian dari wujud rasa syukur saya kepada Allah
Subhanahu Wa Ta'ala.

Sebulan sebelum Ramadan tiba biasanya saya sudah belanja berbagai kebutuhan untuk bingkisan para ustad yang biasa mengisi pengajian di Masjid kami dan juga untuk Marbot dan muadzin masjid tersebut. Ada dana khusus dari ibu-ibu pengajian dan takmir masjid dan saya menambahkan agar bisa ikut berbagi di dalamnya. jadi ketika bulan Ramadan Saya tidak lagi ribet harus berbelanja berbagai pernak-perniknya. Tepat seminggu Ramadan berlalu bingkisan itu sudah sampai kepada yang berhak.

Tugas berbagi lainnya, saya mendapat amanah dari adik saya yang biasa memberikan dana khusus di bulan Ramadan untuk dibagikan kepada saudara sekaligus kaum dhuafa yang ada di sekitar rumah saya. Saya sudah siap dengan daftar nama sekaligus nominal uang yang harus saya bagikan kepada mereka.

Untuk menyenangkan dan membahagiakan hati saya, biasanya uang saya tukar dengan uang yang baru dicetak dari bank. saya lengkapi dalam bentuk pecahan lengkap ada 5000an 10 ribuan 20ribuan dan 50ribuan. uang itu saya masukkan dalam amplop dengan rapi dan saya lengkapi juga dengan bingkisan alakadarnya versi saya.

Karena dana yang ada cukup banyak jadi dengan leluasa saya bisa mengaturnya untuk menyalurkan ke lembaga maupun ke perorangan misalnya ke Solo peduli, kelompok pengajian yang jamaahnya memang membutuhkan untuk remaja masjid yang giat mengajar di TPA selama bulan Ramadan.

Ada juga yang saya salurkan berupa wakaf tanah untuk lahan pondok pesantren Hafiz Quran. Semua itu saya laksanakan karena yakin bahwa apa yang dibelanjakan di jalan Allah. Itulah yang menjadi bekal kita pulang ke kampung akhirat.

Jadi rasanya enteng saja ketika harus berbagi dari hasil uang tabungan yang memang biasa sudah saya siapkan Jauh hari sebelum Ramadan. sementara untuk keluarga dan diri sendiri saya tidak terlalu heboh menyiapkan pernak-pernik untuk lebaran. Tidak harus menyetok makanan yang banyak, membeli baju baru ataupun menyiapkan anggaran khusus untuk open house.

Saya menggunakan ilmu terima dan kasih. jadi ketika saya menerima ada kewajiban saya untuk mengasih. dan ini saya rasakan penuh keberkahan dan merasa jadi orang terkaya di dunia. Makanan yang saya terima atau rezeki yang saya dapatkan tidak saya timbun melainkan saya daur ulang atau saya bagikan lagi.

Uang receh untuk anak kecil yang biasa datang setelah sholat Ied juga sudah saya sediakan. ini memang khusus diambilkan dari dompet Pak Kanjeng. Kalau saya lebih suka berbagi dengan para ibu yang kehidupannya kurang beruntung. kadang saya berpikir andai dalam satu tahun Ramadan datang dua kali seperti datangnya rezeki royalti pasti ini akan lebih membahagiakan. Dapat THR pun 1 tahun 2 kali Ayo siapa yang mau. Pasti pahala yang kita peroleh pun akan lebih banyak.

Ya Allah berikanlah hamba-Mu kesehatan, usia panjang yang bermanfaat, pikiran yang sehat dan hati yang bersih. jauhkan dari larangan-Mu. Panggillah menghadap-Mu dalam keadaan khusnul khotimah.Aamin YRA.

_Bersambung._

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali