Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
BERSEDEKAH TENAGA DAN PIKIRAN

BERSEDEKAH TENAGA DAN PIKIRAN

*Bersedekah Tenaga dan Pikiran*

Catatan Ramadan 24
_Oleh: Sri Sugiastuti_

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Ramadan itu adalah bulan penuh keberkahan, bulan kasih sayang, bulan promo pahala, dan bulan meraih kemenangan. Kita bisa melakukan ibadah yang ringan maupun ibadah yang sepele tetapi tetap di mata Allah diperhitungkan kelak di akhirat. Karena semua ibadah dan amalan yang baik akan dilipatgandakan pahalanya.

Tetapi jujur bukan alasan itu saja yang membuat saya merasa bahagia ketika diberi kesempatan oleh Allah untuk bersedekah dalam bentuk tenaga dan pikiran. Alhamdulillah rutin setiap Ramadan selalu ada sedekah tenaga dan pikiran yang saya lakukan baik untuk keluarga sahabat teman jamaah masjid dan juga tetangga di lingkungan rumah saya. Alasan yang utama adalah ketika saya bisa membahagiakan orang
lain artinya kebahagiaan itu kembali kepada diri saya pribadi.

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya bahwa bulan Ramadan yang selalu dirindukan oleh orang Islam yang beriman selalu ada banyak kesempatan yang diberikan Allah kepada umatnya untuk meraih ampunan, keberkahan, dan juga Jannah.

Tidak heran jika banyak orang berlomba-lomba bersedekah, mengeluarkan zakat, juga memberi makan anak yatim menjadi salah satu kegiatan mereka di bulan Ramadan. Ironisnya kadang dalam pemberian sedekah zakat ataupun berupa bingkisan yang diberikan secara massal sering meminta korban. Pasalnya budaya antri yang masih sulit diterapkan di Indonesia dan juga budaya senang mendapatkan yang gratis.

Kadang kita dibuat miris oleh kejadian yang sering menimpa kaum dhuafa ketika antri sesuatu yang nilainya tidak seberapa tetapi harus rela pingsan bahkan nyawanya pun melayang. Alhamdulillah pada Ramadan kali ini tidak ada berita yang menyedihkan tentang rebutan sedekah atau bingkisan seperti yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Peristiwa itu tidak terjadi, mungkin salah satu dari adanya beberapa orang yang ikut mengelola dan mengatur bagaimana agar bingkisan atau sedekah yang diberikan dalam jumlah banyak itu bisa sampai pada orang yang berhak atau dengan istilah tepat sasaran. Saya salah satu orang yang ikut bersedekah tenaga dan pikiran.

Berawal dari kelompok pengajian saya yang sering memiliki ide cemerlang untuk berbagi dengan kaum dhuafa yang ada di sekitar lingkungan. Saya sebagai pengurus harus tahu persis kondisi dari kaum dhuafa yang ada di sekitar rumah saya. Selain itu juga saya memiliki beberapa komunitas dari sosialita yang cukup berada di kota Solo. Mereka membutuhkan referensi untuk menyalurkan sedekah atau bingkisan yang akan mereka berikan kepada kaum duafa.

Di ranah sosial saya sebagai salah satu Duta Solopeduli. Solo peduli sebuah yayasan sosial yang terbaik di Indonesia dan mempunyai banyak kegiatan untuk kaum duafa dan anak yatim. Yayasan ini menerima zakat dan shodaqoh dari umat Islam yang memberi kepercayaan kepada Yayasan tersebut. Banyak sekali program yang dimilikinya dari mulai pengobatan gratis hingga sekolah gratis untuk kaum duafa.

Contoh satu lagi yang saya lakukan dengan sedekah tenaga dan pikiran adalah ketika saya dimintai tolong oleh teman saya membagikan bingkisan dari keluarga besar Bapak Joko Widodo. Jamaah yang ada di lingkungan Masjid Al Fath masjid dekat rumah saya pantas mendapatkan bingkisan itu. Sebagian besar dari mereka adalah kaum duafa.

Saya sebagai salah satu takmir masjid tersebut di seksi pendidikan tapi merangkap apa saja yang bisa saya lakukan untuk kemakmuran masjid tersebut. Saya tahu persis kondisi mereka. Sudah 10 tahun sejak saya tinggal di sana, ini merupakan salah satu ladang ibadah saya walaupun baru dalam tahap Tenaga pikiran dan sesekali dalam bentuk materi.

Bila tahun lalu dalam pemberian bingkisan dan sedekah, ibunda Joko Widodo dan saudaranya, juga Bu Ami kadiono teman saya ikut hadir dalam pembagian bingkisan sebut. Waktu itu acara saya kemas dalam bentuk pengajian, doa bersama dilanjutkan berbagi bingkisan. Alhamdulillah bisa berjalan lancar dan berkesan.

Sedangkan dalam kesempatan Ramadan kali ini, mengingat kesehatan ibunda Jokowi tidak boleh erlalu lelah. Teman saya pun baru saja menerima cucu jadi dalam posisi repot. Semua kegiatan dihibahkan pada saya, padahal waktunya juga mepet di tengah padatnya acara yang saya miliki.

Saya harus gerak cepat menginformasikan di 4 RT untuk mendata siapa saja yang berhak menerima. Ini masuk dalam masalah yang cukup krusial. Harus benar-benar selektif memilih di antara mereka. Kadang mendapat masukan dari ibu-ibu tapi justru membuat kisruh. Dan memang inilah seninya dalam membagi bingkisan. Sering terselip masalah suka dan tidak suka.

Setelah daftar nama saya terima saya harus menyiapkan undangan sekaligus sebagai bukti untuk mengambil bingkisan. Daftar nama itu juga harus saya lampirkan beserta surat dari teman saya untuk mengambil bingkisannya di rumah Ibunda Jokowi. Sebelum bada Ashar semua bingkisan sudah berada di dalam masjid. undangan yang direncanakan bakda Ashar bisa berjalan dengan lancar pukul 15.30 penerima bingkisan sudah hadir di masjid.

Suasana masjid yang ramai dipenuhi oleh ibu-ibu dan juga santri TPQ yang rutin setiap hari hadir selama bulan Ramadan. Tapi ada yang aneh di dalam masjid itu saya mendapatkan beberapa santri TPQ yang terlihat lusuh bercelana pendek dan memakai kaos sedangkan sarungnya cukup dililitkan di pinggang. Jelas mereka bukan santri TPQ Masjid Al Fath.

Acara pun segera dimulai saya memberikan kata sambutan dan dilanjutkan oleh Bapak ketua takmir masjid yang menyampaikan apa yang sudah dipesankan oleh keluarga Bapak Joko Widodo. Setelah itu kami berdoa dengan khusyu untuk kebaikan dunia akhirat baik untuk pribadi maupun untuk keluarga besar Bapak Joko Widodo

Setelah itu pembagian bingkisan dilaksanakan dengan teknis perkelompok. Hal ini menghindari terjadinya rebutan. Diharapkan bisa berjalan lancar. Tetapi tetap saja ada kendala. Ada jamaah yang datang tidak membawa undangan yang artinya dia tidak bisa memperoleh bingkisan. Dan ini memang sudah saya antisipasi. Bingkisan yang ada melebihi dari jumlah undangan. Jadi walaupun mereka tidak membawa undangan dan memang dianggap layak untuk mendapat bingkisan mereka pun mendapatkannya.

Alhamdulillah usai sudah pembagian bingkisan itu. Dan saya merasa lega karena bisa sedekah tenaga dan pikiran. Di akhir acara sebelum pulang saya sempat bertanya mengenai santri TPQ yang memakai pakaian yang lusuh. Mereka adalah anak-anak dari luar lingkungan yang mengetahui atau mendengar kabar burung bahwa di masjid kami akan ada pemberian bingkisan. Untuk mengobati rasa kecewa mereka takmir masjid menyediakan snack untuk mereka bawa pulang.

Itulah salah salah satu amalan yang bisa saya lakukan, wujud dari rasa syukur saya karena diberi kesehatan dan kesempatan untuk bisa berbagi dengan tenaga dan pikiran yang saya miliki. Semoga Allah Ridha dan bisa jadi pemberat amal ibadah.

_Bersambung._

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Alhamdulilah ada pencerahan tentang konsep ibadah lebih luas, cara yang unik dan kreatif, endingnya tersampaikan kepada yang berhak

11 Jun
Balas

Alhamdulillah, kerjakan apa yang bisa lakukan sesuai dengan potensi yang ada.Terima kasih sudah singgah.

11 Jun

Luar biasa bu, sumbangan berupa pikiran dan tenaga yang sangat bermanfaat bagi sesama. Yang lebih hebat lagi, ibu juga sempat menuliskan kesibukan ibu dengan runtut, lancar dan menyentuh. Semoga ibu selalu diberi kesehatan agar bisa terus berbagi dan menebar kebaikan. Amin.

12 Jun
Balas

Aamiin YRA Tercurah doa yang sama untuk Bu Eko H Salam literasi

12 Jun

Aamiin... Semoga Bunda

12 Jun
Balas

terima kasih Bu Nia Salam ya untuk Atang

12 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali