Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
BU KORUPTOR 3

BU KORUPTOR 3

Tiga hari yang lalu iska menemukan buku yang bagus untuk suaminya. Buku itu cukup tebal Kajian lengkap penyucian jiwa” Tazkiyatun Nafs” Inti sari dari Ihya Ulumuddin buah karya Sa’id Hawwa. Sengaja aku pilih buku itu agar bisa dibaca dan direnungkan oleh suamiku. Karena isi dari buku itu cukup lengkap dari mulai sarana penyucian jiwa sampai adab bersahabat dengan hamba Allah dibahas di buku itu.

Buku ini bisa diaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Subhanallah indahnya, memiliki hati yang selalu suci tidak ada lagi kerak-kerak kesombongan, dan sifat membangkang dalam diri kita. Itulah usaha seorang istri yang menginginkan suaminya bertobat dan bisa mengambil hikmah dari semua kejadian yang dialaminya.

Ketika aku mengunjungi suamiku untuk mengantar buku yang ingin kuberikan padanya, ada peristiwa yang sangat mengguncang jiwaku. Yups!Ada yang perlu aku garisbawahi dan kutandai dengan stabilo warna kuning.

Sebagai warning bagi diriku. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri sedang cipika-cipiki dengan seorang ibu muda dan disebelahnya ada anak balita berusia kira-kira empat tahun. Aku sempat berpapasan ketika mereka meninggalkan ruangan yang ditempati suamiku.

Hati kecilku mengatakan” Wah ada yang nggak beres nih!” Karena aku tidak mengenal sama sekali siapa mereka, saudara bukan , teman bukan, kerabat bukan. Ketika suamiku kukonfirmasi; “ Siapa sih wanita muda dan anak kecil tadi, koq sok akrab gitu, padahal mama belum kenal” Aku berusaha bertanya dengan nada yang selembut-lembutnya. Sedang dalam hatiku seribu pertanyan lagi masih antri demi kejelasan siapa dia dan anak kecil itu.

Jawaban suamiku sumir, gajebo( ngga jelas boooo), dan amat sangat tidak memuaskan. Sontoloyo, bajingan tengik, nggak tahu diuntung, jangrik, cacing, orong-orong , luwing dan semua nama jenis hewan yang menjijikkan ingin kumuntahkan pada suamiku, karena dia menjawab asal-asalan dan aku tahu ada sessuatu yang ditutup-tutupi dariku.

Sejak kejadian itu hatiku semakin tidak tenang. What’s wrong, what’s happen. Aya naon, Eneng opo iki?????. Nyebar spy, cari info, kasak-kusuk, cek and ricek, lalu investigasi. Pokoknya komplet dah sampai sedetail-detailnya. Paparazi juga ikut andil sehingga terbongkarlah the biggest secret of my husband.” O o kamu ketauan kawin lagi dan punya anak sama artis ecek-ecek”. Sudah terang benderang sekarang dan lega hatiku. Tidak perduli berapa dana yang harus kusediakan untuk membongkar rahasia besar ini. Nasib nasib. Ingin rasanya aku memotong urat maluku atau pakai topeng sehingga aku bisa leluasa tanpa beban menghadapi orang-orang yang ada di sekitarku.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Kalau seperti itu , apa namanya ya Bund...Ujian hidup kah...? Baarokallah...Bunda.

13 Feb
Balas

Ujian hidup yang bertubi tubi..

13 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali