Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
CATATAN YANG TERTINGGAL DI BANGKU SMP

CATATAN YANG TERTINGGAL DI BANGKU SMP

CATATAN YANG TERTINGGAL DI BANGKU SMP

Persahabatan itu tak ubahnya seperti mimpi, kadang menjelma dan kadang pergi. Meskipun waktu tak lagi bersama dan memihak, sahabat ibarat satu janji yang takan terpisahkan oleh jarak dan berubah karena masa. halnya terhadap sebuah persahabatan lama, kala duduk di bangku SMP. Setelah 42 tahun “lost contact”, tiba-tiba dipertemukan kembali setelah usia senja, timbul keharuan dan rasa penasaran, seperti memperoleh energi baru untuk membuka lembaran masa lalu yang pasti lucu, lugu namun bersahaja.

Oleh sebab itu, ketika sahabatku (Astutiana) menginisiasi untuk menyusun antologi semasa duduk di bangku SMP, seolah alam bawah sadarku mulai “tersugesti” untuk memasuki sebuah lorong waktu. Memutar otak “flashback”, seraya merangkai serpihan-serpihan kisah yang lama mengendap di memoriku. Perlahan terlintas pemandangan hiruk pikuk sebuah ruang kelas. Murid-murid berseragam berlarian kesana-kemari dan sesekali terdengar teriakan senda gurau penuh kepolosan. Masih ingatkah kawan, kita pernah duduk satu kelas bersama. Melukis langit dengan impian tentang aku, kamu dan masa depan. Karena itulah persahabatan yang kita miliki, takkan lekang dimakan waktu. Sungguh luar biasa, apa yang telah kita lalui bersama….

Di Balik Makna “Temu Kangen”.

Bahagia itu bisa sangat sederhana. Hal-hal kecil dan mungkin tampak sepele justru bisa jadi sumber kebahagiaan yang tak ternilai. Seperti dalam ikatan persahabatan. Ketika kamu bisa bertemu dengan teman lama dan ternyata masih bisa merasakan keseruan yang sama. Masih bisa tertawa dan usil sama seperti dulu. Dan itu sudah cukup menggambarkan arti bahagia yang sesungguhnya.

Selaras dengan naluri manusia yang selalu ingin berinteraksi dengan orang lain. Momen “Temu Kangen” sekelas SMP 46 lalu, bagiku merupakan episode kilas balik yang mengandung makna kebahagiaan yang hakiki. Limpahan rasa bahagia dan syukur lebur jadi satu. Menjadikan pertemuan itu bukan sekedar melepas rasa kangen semata, tetapi lebih jauh adalah sebagai ajang “silahturahim” untuk saling berbagi pengalaman tentang “asam garamnya” kisah kehidupan. Bahkan secara tidak sadar kerja otak kita terstimulan untuk melatih daya ingat tentang hal-hal yang paling berkesan dalam hidup dan selalu belajar berpikir positif. Dengan kata lain, membuka pintu silahturahim akan menambah banyak hal pembelajaran yang membuat aku semakin lebih matang dan bijak.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mantaps bund temu kangen ciptakan sesuatu, sukses selalu dan barakallah

02 Nov
Balas

rencana mau dibuat buku antologi Bun, doanya ya

03 Nov

Wah...senangnya bertemu dengan teman lama....

02 Nov
Balas

Iya Bu Kekeuatan silahturahmi

03 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali