Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
CURHAT DONG

CURHAT DONG

CURHAT DONG

Oleh : Sri Sugiastuti

“ Kebaikan apapun yang menimpamu adalah berasal dari Allah, sedangkan keburukan apa pun yang menimpamu berasal darimu sendiri (Q.S. an Nisa :79)”

Kuturuti kata hatiku yang menolak tidur terlalu awal di malam itu. Perlahan ku lempar selimut ke tubuh suamiku yang sudah terlelap tanpa memikirkan kekesalanku padanya. Sejak kemarin aku sebel, sebel , sebel dengan kelakuannya yang tidak pernah berubah. Ya Allah makhluk ini sudah menemani hidupku selama dua puluh tahun, tetapi gesekan yang kadang melelahkan hati masih sering datang dan pergi. Aku melangkah ke meja kerja dan melirik lepi jadulku yang seakan melambai ingin disentuh. Benda satu ini memang tempat pelarianku di saat aku badmood seperti saat ini.

Tiba-tiba ada rasa kangen yang amat sangat untuk membuka akun Facebook ku yang sudah hampir ku lupakan karena kesibukan yang cukup menyita waktu tenaga dan pikiranku. Untungnya aku masih ingat password akunku. Sehingga tidak perlu memperbaharuinya lagi.

Jemariku memainkan mouse dan mataku sudah mulai sibuk menjelajahi notification, confirmation, invitation, dan inbox dari akun FB ku. Kadang aku senyum sendiri ketika membaca status temanku yang agak menggelitik atau dengan gaya bahasa lucu untuk sekedar menyindir orang-orang yang sedang kena kasus.Ya akun FB ini cukup menyita waktu yang kumiliki.

Taraaa, ku buka di inbox . Yups lima pesan dari “Renungan Inspiratif”, tiga pesan dari Bule kentir yang ingin kenalan dan obral kata cinta., O lala sepuluh pesan dari anak angkatku yang ku dapat dari FB. Semua kubaca I love you Mom sambil mengerutkan dahi atau sesekali aku nyengir. ketika membaca isi pesan dari anak angkatku yang memang lebay sangat. Satu hari saja lost contact denganku pasti wes gegeri ra karu-karuan. Dasar anak Alay. (Jangan marah ya Ay…love you muachhh ).

Tinggal satu pesan yang belum ku buka. Yes, pesan dari Anna sahabatku waktu di SD. Klik dan pesan itu terbuka. Ya Allah Anna, Anna ini sich bukan pesan tapi cerpen. Ya aku ingat di pesanmu terdahulu memang kamu janji mau curhat, menumpahkan seluruh rasa kangen yang tertelan bumi dan tetiba muncul berkat tersambungnya silahturahmi di FB. 20 tahun bukan waktu yang singkat, Alhamdulillah kita dipertemukan dalam keadaan sudah menua.

Bola mataku mulai menatap rangkaian kata yang ditulis Anna sahabatku.

Dear Ajengku….

Jeng sebenarnya amat sulit untuk menceritakan apa yang sudah kujanjikan padamu. Aku bingung harus memulainya dari mana. Baik, aku coba mulai dari aku lulus SMA aja ya!. Karena setelah lulus itu kan kita masih sempat ketemu dan kita ambil jurusan yang sama.yaitu FKIP walau di Perguruan Tinggi yang berbeda.Sejak itu kita ngga ketemu lagi kan! Sampai akhirnya Jejaring sosial ini lah yang mempertemuan kita kembali. Walau hanya lewat FB semoga kita tetap seperti yang dulu ya Jeng ! Saling menyemangati dan berbagi.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

"Teman" memang segala-galanya ya...bund. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...bunda.

04 Jun
Balas

Tercurah doa yang sama untuk bu Nana dan keluarga. Jazakillahu khasiran

04 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali