Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
DEBURAN OMBAK WAKTU ( 24 )

DEBURAN OMBAK WAKTU ( 24 )

Hatinya terasa panas dan terus mengumpat tanpa disadari perutnya terasa lapar dan berlari ke kamar Eyang Retno. Eyang yang sudah berbaring akhirnya bangun membukakan pintu untuk Diah. Untung masih ada roti bakar persediaan Eyang yang biasa disiapkan untuk camilan Eyang di malam hari.

Selesai makan roti, Diah minta ijin Eyang kalau dia ingin tidur dengan Eyang. Seperti dulu ketika dia masih kecil. Tiba tiba Diah rindu dengan dongeng Eyang yang sering didengar sebelum dia tidur.

“Eyang aku boleh bobo sama Eyang malam ini saja. Aku kangen dengan dongeng yang biasa Eyang ceritakan padaku. Ada Cinde Laras, Angling Darmo, dan Roro Mendut. Aku ingin mengingatnya kembali Eyang. Cerita itu membuatku paham akan perjuangan orang hidup, dan banyaknya orang yang curang dan serakah.” Diah meminta eyangnya untuk mendongengkannya.

Malam ini Diah tertidur lelap dalam dekapan Eyang Retno. Dia bisa beristirahat sejenak, melupakan persoalan hidupnya yang harus dihadapi dan dijalani dengan pasti. Dia membutuhkan orang yang bisa diajak bicara untuk tetap tegar menanggung semua resiko akibat pergaulannya yang salah langkah.

Kalau saja Dia tidak terobsesi dengan mimpinya menjadi artis terkenal. Mungkin Diah bisa mempertahankan mahkotanya dan tetap menerima cinta Firman yang tulus dan sepenuh hati padanya. Prestasi belajarnya juga tidak terganggu. Saat ini ujian sekolah kurang 2 bulan. Semoga berita aib ini tidak menyebar ke sekolah. Diah mudah terlena dengan mimpinya, kebaikan Sanjaya dan juga rayuan gombalnya. Sehingga dengan mudah jatuh dalam pelukan Sanjaya yang tidak bertanggung jawab.

Diah masuk sekolah seperti biasa walau dia tampak sedikit pucat. Tak ada teman temannya yang memperhatikan secara detail. Atau sebenarnya ada juga sebagian temannya yang tahu akan usaha Diah yang ingin bunuh diri, tapi kicauan temannya tidak sampai ke telinga Diah. Dikiranya ketidak hadiran Diah karena ada shooting di luar kota sepeti yang biasa Diah lakukan sebelumnnya.

Tanpa dinyana ketika Diah pulang sekolah, Sanjaya sudah menunggu di depan sekolah. Dia memaksa Diah masuk ke mobilnya. Ada hal penting yang ingin disampaikan pada Diah. Diah tak kuasa menolak ajakan itu walau batinnya sangat marah. Ingin dibunuhnya Sanjaya yang sudah membuat hidupnya kacau balau.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Semoga Diah bisa mengambil iktibar ya Bund....Baarokallah .

08 Feb
Balas

Perjalan panjang yg Diah lalui memang cukup pelik Itu lah hidup

08 Feb

hidup adalah pilihan yang harus siap menerima setiap resikonya

08 Feb
Balas

Dan harus berani menghadapinya

08 Feb

Bekali iman dan takwa, takut pada Tuhan itu yang utama. Kadang berat mendidik kidz zaman now, ya Bun....

08 Feb
Balas

betul, kadang banyak sekali keburukan berbalut tipis sebuah kebaikan

08 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali