Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
DEBURAN OMBAK WAKTU ( 25 )

DEBURAN OMBAK WAKTU ( 25 )

Didalam mobil dengan ketus Diah menanyakan apa tujuan Sanjaya menjemputnya.

“Katakan tanpa basa basi untuk apa kau menjemputku?” Pandangannya lurus ke depan tanpa menoleh sedikit pun ke wajah Sanjaya.

“ Diah dengar dulu, aku mau bicara tentang masa depan kita. Jangan kau percaya dengan berita di tabloid itu. Aku serius ingin menikahimu.” Sanjaya berusaha meyakinkan Diah dengan ucapannya.

“ Kau boleh berbicara seperti itu dan membela dirimu. Tapi gadis yang di tabloid itu, artis Malaysia. Si azizah itu sudah menemuiku dan mengatakan bahwa dia juga hamil dan segera akan menikah denganmu. Siapa yang harus kupercaya. Dia atau kau? Mengetahui perbuatanmu yang menghamili dua gadis sekaligus saja aku sudah jijik dan kecewa. Apalagi harus hidup denganmu. Tidak.” Tekad Diah sudah bulat dia tidak ingin menikah dengan pria pengecut itu.

“ Kalau hanya itu yang ingin kau katakan. Tolong berhenti. Dan biarkan aku keluar dari mobilmu.”Diah melanjutkan ucapannya.

“ Maaf Diah, seharusnya kau tidak bersikap seperti itu. Sikapmu membuat aku semakin merasa bersalah dan berdosa, karena di mata mu aku kau anggap sebagai pecundang. Aku tidak mau itu. Ini sangat menyiksa diriku.” Sanjaya merengek minta dikasihani dan dimaafkan.

“ Kau tidak perlu minta maaf dan bertanggung jawab. Tidak akan aku katakan pada siapapun ayah dari bayiku. Aku juga tidak akan membuangnya. Aku akan membiarkannya hidup bersamaku. Jangan pedulikan aku. Berbuatlah sesukamu.” Diah menegaskan niatnya.

Entah perasaan apa yang ada di hati Sanjaya yang penting bagi Diah, Dia sudah lega. Menyampaikan apa yang selama ini ada di benaknya dan ingin disampaikan pada Sanjaya.Walau dia tidak tahu apa yang akan terjadi dengan bayi yang ada di rahimnya. Bagaimana dia harus melawan penghuni rumah yang menentang keberadaan bayi ini, selain Eyangnya. Bagaimana dia harus menghidupinya kelak. Yang penting saat ini dia terbebas dulu dari makhluk yang bernama Sanjaya itu.

Mobil tidak juga berhenti padahal Diah sudah memintanya berkali-kali. Kesempatan Diah untuk keluar dari mobil itu hanya ada di traffic light. Ketika mobil berhenti di lampu merah, Diah segera membuka mobil. Dan meninggalkan mobil tanpa menoleh sedikit pun pada Sanjaya. Ditinggalkan Sanjaya yang berusaha mencegahnya dengan berteriak:

“ Tunggu Diah, kau tidak bisa mengambil sikap semaumu sendiri. Bayi itu juga anakku.”

“ Terlambat Sanjaya. Aku sudah terlanjur patah arang dengan sikapmu. Apapun yang kau katakan aku sudah tak percaya.” Diah bicara dalam hati.

Sanjaya tak berhasil meluluhkan hati Diah yang keras bagaikan pecahan batu dari planet lain. Sanjaya bisa merengkuh tubuh Diah dan menaruh benih keturunannya di rahim Diah. Tapi Sanjaya tidak bisa memiliki hati Diah dan mengakui bahwa bayi yang di kandungan Diah adalah bayinya.

Dari hari ke hari perut Diah mulai membucit. Ibunya terus mendesak agar Diah melakukan aborsi demi masa depannya dan nama baik keluarga. Semakin didesak Diah semakin bertahan. Dia ingin membiarkan bayi ini tumbuh seperti yang dikehendaki yang Kuasa. Diah tak ingin membuat dua kesalahan. Dengan membunuh janin yang ada di rahimnya. Diah rela ke luar dari rumah bila keluarganya malu mengakuinya bayi yang aku kandung sebagai keturunanya. yang sudah mencoreng nama baik keluarga.

Lain keluarganya lain Diah. Diah begitu menikmati kehamilannya. Apalagi dia sudah lulus. Sehingga dia tidak perlu ke sekolah. Dia lebih suka mengurung diri di rumah. Pernah Eyang Retno menawarkan Diah mengungsi sementara di rumah Budenya di Tangerang. Tapi Diah menolak.

“ Aku ingin disini bersama Eyang. Hanya Eyang yang sayang padaku. Bantu aku Eyang, jangan biarkan Ibu dan ayah memaksaku membuang janin ini. Dia tidak bersalah Eyang. Dia anakku. Darah dagingku. Yang harus kupertanggungjawabkan keberadaannya.” Harapan Diah untuk membesarkan anaknya begitu besar.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali