Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
DEBURAN OMBAK WAKTU ( 29 )

DEBURAN OMBAK WAKTU ( 29 )

Keuangan Diah untuk memenuhi kebutuhan bayi dan dirinya sangat limit. Diah tidak berharap banyak dari belas kasian orangtuanya. Diah paham bagaimana perlakuan Bu Sasmita padanya, walau posisi Diah saat ini tidak sendiri, ada bayi mungil yang harus dihidupi. Apalagi Diah hanya menumpang di rumah kerabat Eyang yang hidup sederhana.

Sementara Diah mencari pekerjaan dengan ijasah SMEAnya, Aya mungil dititipkan pada Bu Ijah kerabat jauh dari Eyang Kakung. Sebelum Eyang Retno meninggal Eyang sudah berpesan walau hanya lewat telpon. Menurut Eyang suasana rumah Bu Ijah yang terletak di pinggir kota Surabaya bisa menjadi tempat persembunyian Diah. Yang terpenting Bu Sasmita bisa terhindar dari aib yang telah diperbuat anaknya.

Diah yang biasa mempunyai uang yang cukup ketika masih gadis, punya ATM dari Eyang Retno yang bisa digunakan kapan dia mau, walau caranya dengan mencuri, atau membuat berbagai alasan agar Eyang mau mengeluarkan dana yang dibutuhkan.

Kian hari dengan kebutuhan yang cukup banyak, uang persediaan Diah menipis. Jadi ketika Yanti teman SD yang dulu pindah ke Surabaya dan nyambung lagi ketika bertemu di mall, mengajak Diah untuk gabung di perusahaan yang dia pimpin, Diah lansung menyabet kesempatan itu. Yanti memberi pekerjaan untuknya sebagai SPG dari salah satu produck kosmetik. Tuntutan pekerjaan membuatnya harus berdandan cukup menor. Padahal dia tidak suka dengan penampilan seperti itu.

Diah sempat ragu ketika bertemu Yanti, seelah sekian lama berpisah. Tapi Yanti tidak bisa lupa dengan wajah Diah yang dikaguminya. Diah juga kaget dengan penampilan Yanti yang berubah drastis. Dulu Yanti memang tomboy. Dia lebih suka bergaul dengan teman cowok. Teman cewek yang paling dekat dengannya hanya Diah. Setelah lulus SD Yanti pindah ke Surabaya sejak itu Diah tak pernah tahu tentang keadaan Yanti.

Yang membuat Diah kaget adalah ketika orang di kantornya tidak memanggilnya dengan nama Yanti, tapi mereka memanggilnya Yanto. Menurut kabar burung Yanti memang sudah berubah menjadi seorang pria setelah menjalani operasi kelamin. Yanti lebih nyaman jadi Yanto. Kariernya moncer. Mengetahui keadaan Diah, nalurinya sebagai manusia merasa tidak tega. Sejak itu Yanto sering ke rumah Bu Ijah membelikan seebagian besar kebutuhan Diah dan Aya.

Aya tumbuh menjadi bayi yang sehat. Tahapan imunisasi yang harus dijalani seorng bayi pun tak terlewati. Aya punya sedikit masalah dengan pernafasannya. Ia terkena penyakit ashma. Kalau asmhanya kumat cukup merepotkan dan membuat Diah panik. Itu lah sebabnya Diah khawatir bila sewaktu waktu ashma yang diderita Aya kumat dan Diah tidak berada di tempat. Perlu waktu untuk memutuskan apakah Diah hidup dari belas kasihan orang atau mencari pekerjaan.

Pernah dalam keadaan kepepet terpaksa Diah melakukan kebiasaan lamanya. Diah kembali mencuri. Kalau dulu tembak sasarannya adalah tamu ibu, atau saudaranya dan yang paling sering adalah Eyangnya. Sekarang Diah beroperasi di mall. Dengan kelihaiannya Diah berhasil membawa kabur dua stel pakaian yang dimasukkan ke dalam perutnya.

Sedang kejadian sebelumnya yang biasa jadi korban kleptomania Diah di rumahnya adalah tamu atau kerabat Bu Sasmita yang sedang bertamu.

Sering Bu Sasmita, teman Tiara atau adik adik Diah yang sedang bertandang ke rumah Bu Sasmita kehilangan dompetnya. Diah menunggu saat tepat ketika sang tamu ijin ke toilet. Di saat itu lah Diah melakukan aksinya. Tergantung situasi dan kondisi. Kalau keadaan aman Diah hanya mengambil beberapa uang yang ada di dalam tas itu, tapi kalau suasana sangat limit Diah akan mengambil dompet dan seisinya. Setelah mengambil uangnya Diah membuang dompet kosong itu ke sungai kecil

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali