Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
DEBURAN OMBAK WAKTU (  45)

DEBURAN OMBAK WAKTU ( 45)

Marwoto dan Diah tidak membuat program honeymoon. Malam pengantinnya dilalui di kamar utama yang sudah disiapkan Marwoto sebulan sebelum mereka menikah. Marwoto ngebut merenovasi rumahnya agar nuansanya berbeda dengan sebelumnya, ketika masih ada Dewanti di sisinya. Dia tidak ingin bayangan Dewanti mengganggu hubungannya dengan Diah. Rumah Marwoto yang cukup besar, terdiri dari 4 kamar. Satu kamar utama, 2 kamar anak dan satu kamar lagi untuk neneknya Rangga dan Chandra.

Angan Diah mengenai malam pengantin sangat jauh dari apa yang dibayangkan. Malam itu Diah tidak bisa konsentrasi karena harus mondar mandir ke kamar Aya. Dan begitu juga dengan Marwoto yang sesekali masuk ke kamar anak anaknya lewat pintu penghubung di antara kamar mereka. Mereka harus yakin anak anak sudah tidur pulas. Mereka tidak ingin kegiatan malam ini terganggu.

Mata dan wajah Marwoto yang menahan hasrat tertangkap oleh mata Diah. Mereka berpandangan menahan tawa bahagia. Karena perasaan mereka yang sama, amat sangat menyayangi buah hati mereka. Diah kembali membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Sementara Marwoto mengganti lampu kamar yang terang benderang dengan lampu tidur yang redup. Mereka mencoba melupakan masa lalu dan memulai semuanya dari awal.

*******

Menjelang dini hari Diah pindah ke kamar Aya dan melanjutkan mimpinya sambil mendekap Aya. Sesaat Diah lupa bahwa dia berada di rumah Marwoto. Pria yang baru menikahinya kemaren siang. Rengekan Aya yang tidak nyaman dengan pampersnya yang penuh membangunkan Diah. Dilepasnya pampers itu dan menggandeng Aya ke toilet membersihkan sisa kencing yang menempel di bokong dan sekitarnya. Dengan mata yang masih mengantuk Aya tertatih memegang tangan Diah.

“ Mama.. kita sekarang di rumah papa Oto ya? Mata Aya yang bening menatap mamanya.

“ Iya sayang. Kau suka tinggal di sini Nak?” Jawab Diah dengan lembut.

“ Ya.. Aya suka mama, tapi nanti Aya diajak mama ke Panti ngga?” Tiba tiba Aya teringat kegiatannya di pagi hari bila Diah mau bekerja.

“ Mulai hari ini mama menemanimu di rumah bersama Mas Rangga, Chandra,dan Eyang Hadi. Karena mama tidak bekerja di kantor lagi. Biar papa Oto saja yang ke kantor.” Diah berusaha memberi pengertian pada buah hatinya.

“ Oke sekarang kau sudah segar dan wangi. Kau boleh bermain di luar atau di kamar. Mama mau ke dapur menyiapkan sarapan dan membuatkan susu untukmu” Diah membujuk Aya agar mau bermain sendiri, sehingga dia leluasa mengerjakan tugasnya sebagai seorang ibu dan istri.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wow, hebat buuu

05 Mar
Balas

tunggu lanjutanny ya Bu

05 Mar

Marwoto cuma mengganti lampu tidur, ya Bu?

05 Mar
Balas

Selanjutnya .. yay ya ya

05 Mar

Alhamdulillah...Baarokallah untuk Diah dan Bunda.

05 Mar
Balas

Akhirnya bertemu jodoh Bu.. tapi tunggu lanjutannya ya

05 Mar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali