Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
DEBURAN OMBAK WAKTU ( 57 ) LANJUT

DEBURAN OMBAK WAKTU ( 57 ) LANJUT

Ketika Diah beribadah umroh Diah mendapat ketenangan dan selalu berusaha untuk bisa memperbaiki diri. Diah sadar betul siapa dirinya sebelum ini. Diah hanya seorang gadis miskin, yang pendidikannya setaraf SMA. Menjadi istri seorang pengusaha sukses, relasinya banyak, punya mobil mewah, ramah keren, dan kekayaan lain bagi Diah merupakan ujian.

Sekilas dari luar keluarga Diah keluarga yang bahagia keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. Jadi dambaan orang yang mengenalnya.Padahal Diah yang merasakan hubungannya dengan suaminya sudah diujung tanduk. Perlakuan Marwoto yang kasar. Isue-isue tak sedap yang sering didengar sangat mengganggu hatinya.

Diah pernah menghadiri ta’ziah ke rumah tetangganya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Biasanya Diah hadir tidak berbarengan dengan para pelayat lainnya. Diah lebih suka mendahului sebelum upara pemberangkatan jenazah atau kadang sesudahnya. Kali ini Diah mengikuti acara pemberangkatan Jenazah dan duduk di antara banyak tamu yang hadir.

Upacara itu belum dimulai masih menunggu hitungan menit. Secara tidak sengaja Diah menanggap obrolan dua orang ibu yang sedang asyik mgerumpi.Awalnya Diah tidak paham apa yang mereka bicarakan, tetapi ketika mereka menunjuk ke arah rumahnya, Diah jadi mengerti bahwa keluarganya lah yang jadi topik pembicaraan.

“Jeng mewah ya rumah depan itu! Jeng tahu ngga siapa pemilik rumahnya? Mereka salah satu orang terkaya di Solo. Juragan residu dan pemilik truck tangki.” Celoteh Ibu berbaju hitam bunga-bunga kuning.

“ Oh itu Pak Marwoto Tangki.Istrinya dua kan tapi yang satu sudah meninggal?Kalau saya sih ngga heran dan silau dengan kekayaan yang mereka miliki.” Tandas Ibu yang satunya lagi.

Ah tenane Jeng” Si ibu yang baju hitam penasaran

“ Tenan mbakyu. Mereka bisa kaya raya seperti itu karena Pak Marwoto punya pesugihan Buto Ijo.” Sambil dipelankkan volume suaranya ketika menjawab pertanyaan temannya.

“ Haaah, Buto Ijo? Jenis pesugihan macam apa itu jeng? “Rasa ingin tahu si Ibu semakin jadi.

“ Iya kekayaan mereka itu didapat dari bantuan Buto Ijo dan biasanya minta tumbal.” Semakin semangat saja yang bergosip.

Diah yang mendengar celoteh itu langsung berdiri danmencari tempat duduk lain. telinganya panas. Keluarganya dituduh memiliki pesugihan. Padahal dia tidak melakukan dan tidak paham tentang ilmu pesugihan dan ilmu perdukunan. Kalau toh beredar kabar bahwa keluarganya punya pesugihan Buto Ijo itu sangat mengada-ada. Tapi yang namanya tetangga biasa lah ada yang suka dan ada yang tidak, kalau mereka beasumsi kekayaan Marwoto karena pesugihan Buto Ijo ya sah-sah saja. Diah tidak ingin berdebat, jadi dia menyingkir

“ Tambah lagi deh satu bahan untuk renungan dan intropeksi diri. Koq bisa ya mereka menyimpulkan bahwa keluarga kami memiliki ilmu pesugihan Buto Ijo? Kejam sekali orang yang sudah menfitnah kami. Berdasarkan apa mereka menilainya? Tapi kalau dipikir menuruti pembicaraan orang yang ada di luar sana membuat hati jadi sesak. Masalahku dengan Mas Oto saja belum selesai. Ada saja yang membuat hati runyam.”Batin Diah membahas celoteh peta’ziah yang seenaknnya saja menuduh kelurganya.

Begitulah orang awam menyoroti tetangganya yang dianggap lain dari yang lain atau yang dianggap memperoleh kekayaan secara tidak wajar. Sikap Marwoto yang tidak lumrah dengan tetangga memang membuatnya kurang popular di antara para tetangganya. Tapi kalau di luar sana marwona adalah orang terpandang, apalagi di antara pejabat, pengusaha, artis, dan aparat Marwoto sangat terkenal.

Marwoto memang merupakan komunitas dari kehidupan para petinggi partai, aparat dan para penentu kebijakan yang ada di Indonesia. Marwoto tidak sayang mendanai kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan partai, atau biaya sekolah beberapa aparat. Marwoto paham bahwa dana yang dia keluarkan akan berbuah manis. Kesuksesan partai, karir aparat, atau pejabat yang didanai akan membalas jasa kebaikan yang diberikan Marwoto.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Hehe...pas ultah ke-57, Deburan Ombak Waktu yg ke-57 juga diunggah. Tapi benarkah Marwoto dulu punya pesugihan Buto Ijo? Ada2 saja dugaan orang terhadap orang kaya. Memang orang tdk boleh kaya ya Bu?

09 Apr
Balas

Kisah tentang pesugihan di kampung menyoroti orang kaya yang dianggap memiliki kekayaan dengan cara yang tidak wajar

09 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali