Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
IDOLAKU 2  DIALOG IBU &BANAK ( Asma' binti Abu Bakar As-siddiq.)

IDOLAKU 2 DIALOG IBU &BANAK ( Asma' binti Abu Bakar As-siddiq.)

IDOLAKU 2

Kepribadian Asma’ dan Abdullah bin Zubair dapat kita teladani melalui kisah pertemuan terakhir di antara seorang ibu dan anak yang saling menyayangi dan mencintai satu sama lain, semata-mata karena kecintaan keduanya kepada ALLAH Subhanahu wa Taala dan RasulNya.

Dialog ibu anak ini sangat menyentuh hati dan bisa memotivasi ibu dalam memberikan kisah teladan pada anaknya.

Abdullah: Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, wahai ibunda!

Asma': Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, ya Abdullah! Mengapa engkau datang ke sini di saat-saat seperti ini? Padahal batu-batu besar yang dilontarkan Hajjaj kepada tenteramu menggetarkan seluruh Kota Mekah?

Abdullah: Aku hendak bermusyawarah dengan ibu

Asma' : Tentang masalah apa?

Abdullah: Pasukanku banyak meninggalkanku. Mereka membelot dariku ke pihak musuh. Mungkin karena mereka takut terhadap Hajjaj atau mungkin juga karena mereka menginginkan sesuatu yang dijanjikannya sehingga anak-anak dan isteriku sendiri berpaling daripadaku. Sedikit sekali jumlah tentara yang tinggal bersamaku. Sementara utusan Bani Umayyah menawarkan kepadaku apa saja yang ku minta berupa kemewahan dunia asal saja aku bersedia meletakkan senjata dan bersumpah setia mengangkat Abdul Malik bin Marwan sebagai khalifah. Bagaimana pendapatmu wahai ibu?

Asma' : Terserah kepadamu Abdullah! Bukankah engkau sendiri yang mengetahui tentang dirimu? Jika engkau yakin bahwa engkau mempertahankan yang haq dan mengajak kepada kebenaran, maka teguhkanlah pendirianmu seperti para perajuritmu yang telah gugur dalam mengibarkan bendera agama ini! Akan tetapi, jika engkau menginginkan kemewahan dunia, sudah tentu engkau adalah seorang anak lelakiku yang pengecut! dan berarti engkau sedang mencelakakan dirimu sendiri dan menjual murah harga kepahlawananmu selama ini, anakku!

Abdullah: Akan tetapi, aku akan terbunuh hari ini ibu.

Asma' : Itu lebih baik bagimu daripada kepalamu akan diinjak-injak juga oleh anak-anak Bani Umayyah dengan mempermainkan janji-janji mereka yang sangat sukar untuk dipercayai!

Abdullah: Aku tidak takut mati, Ibu. Tetapi aku khuatir mereka akan mencincang dan merobek-robek jenazahku dengan kejam!

Asma': Tidak ada yang perlu ditakuti dari perbuatan orang hidup terhadap kita sesudah kita mati. Kambing yang sudah disembelih tidak akan merasa sakit lagi ketika kulitnya dikupas orang!

Abdullah: Semoga Ibu diberkati ALLAH. Maksud kedatanganku hanya untuk mendengar apa yang telah ku dengar dari ibu. Allah Maha Mengetahui, aku bukanlah orang yang lemah dan terlalu hina. Dia Maha Mengetahui bahwa aku tidak akan terpengaruh oleh dunia dan segala kemewahannya. Murka ALLAH bagi siapapun yang meremehkan segala yang diharamkanNya. Inilah aku, anak Ibu! Aku selalu patuh menjalani segala nasihat Ibu. Apabila mati, janganlah ibu menangisiku. Segala urusan dari kehidupan Ibu, serahkanlah kepada ALLAH!

Asma': Yang ibu khuatirkan seandainya engkau mati di jalan yang sesat.

Abdullah: Percayalah Ibu! Anakmu ini tidak pernah memiliki fikiran sesat untuk berbuat keji. Anakmu ini tidak akan menyelamatkan dirinya sendiri dan tidak memperdulikan orang-orang Muslim yang berbuat kebaikan. Anakmu ini mengutamakan keredhaan ibunya. Aku mengatakan semua ini di hadapan ibu dari hatiku yang putih bersih. Semoga ALLAH menanamkan kesabaran di dalam sanubari Ibu.

Asma': Alhamdulillah! segala puji bagi ALLAH yang telah meneguhkan hatimu dengan apa yang disukaiNya dan yang Ibu sukai pula. Rapatlah kepada Ibu wahai anakku, Ibu ingin mencium baumu dan menyentuhmu. Agaknya inilah saat terakhir untuk ibu memelukmu..."

Abdullah:Jangan bosan mendoakan aku Ibu!

Sebelum matahari terbenam di petang itu, Abdullah bin Zubair syahid menemui Rabbnya. Dia kembali karena mengutamakan ridha ALLAH dan ridha ibunya yang beriman.

Diriwayatkan, bahawa Al-Hajjaj berkata kepada Asma' setelah Abdullah terbunuh "Bagaimanakah engkau lihat perbuatanku terhadap puteramu ?" Asma' menjawab :"Engkau telah merusak dunianya, namun dia telah merusak akhiratmu."

Asma' wafat di Mekkah dalam usia 100 tahun, sedang giginya tetap utuh, tidak ada yang tanggal dan akalnya masih sempurna. [Mashaadirut Tarjamah : Thabaqaat Ibnu Saad, Taarikh Thabari, Al-Ishaabah dan Siirah Ibnu Hisyam]. Semoga ALLAH meridhai kedua hambaNya, Asma' dan puteranya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bunda...,aku ingin seperti Asma'.Jazakillah khoir...sudah sangat menginspirasi. Semoga Bunda sehat-sehat selalu dan senantiasa dalam ridho Allah SWT...Aamiin yaa Robbal 'alaamiin. Baarakallah...Bunda.

08 Apr
Balas

Aamiin YRA Bu Nana saya juga sangat terobsesi dengan perjuangan belaiu Aamiin YRA. Tercurah doa yang sama untuk Bu Nana dan keluarga

08 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali