Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
Ketinggalan Sepur

Ketinggalan Sepur

Ketinggalan Sepur

Oleh: Sri Sugiastuti

Kisah ini berawal dari liburan Jon Koplo, lady Cempuk dan anaknya Tom Gembus yang masih berusia 6 tahun. ke Jakarta. Selama di Jakarta Jon Koplo mencoba berbagai transportasi yang ada disana. Mereka mencoba transportasi umum. Ada Busway, Taksi online, angkot yang melewati jalan-jalan tikus , Ojek dan juga transportasi yang paling murah yaitu KRL atau comuter line. Maklum banyak sanak keluarga Jon Koplo yang tinggal di pinggir kota Jakarta. Dengan mengunakan berbagai transportasi umum yang ada di Jakarta Jon Koplo bisa menambah pengalaman. Walau kadang diprotes oleh anak dan istrinya karena mereka mabukan kalau naik transportasi umum

Momen lebaran selalu identik dengan saling mengunjungi dari rumah ke rumah kerabat. Yang lebih ekstrim lagi bila hari Raya melewati hari ke 3 atau ke 4, lebih banyak orang yang keluar rumah untuk silahturahmi atau pergi ke tempat hiburan dan ada juga yang pergi khusus refreshing.

Jon Koplo dan anaknya Tom Gembus ngga mau ketinggal dengan momen ini. Mumpung sedang berkunjung ke Jakarta Jon Koplo ngajak anaknya mengunjungi Monumen Nasional dengan menggunakan jasa KRL. Mereka berangkat lebih awal untuk mengantisipasi kalau penumpang KRL mbludak.

Badalahh, rak kebak tenan tah “ Ujar Jon Koplo sambil mengamati suasana stasiun tempat dia menunggu kereta datang. Jon Koplo menyarankan supaya Lady Cempluk bersiap di gerbong wanita, sementara Jon Koplo dan anaknya Tom Gembus antri di bagian gerbong umum. Kereta perlahan mulai memasuki stasiun . Penumpang yang turun dan yang naik saling rebutan. Tom Gembus yang tidak terbisa dengan suasana uyel-uyelan berangsur mundur, sementara Jon Koplo sudah naik ke dalam kereta dan pintu kereta pun tertutup. Dia tidak sadar kalau Tom Gembus belum naik kereta tersebut. Tom Gembus pun tak sempat masuk ke dalam kereta karena pintu kereta sudah tertutup.

Kereta pun segera melaju meninggalkan Tom Gembus yang bingung ditinggal bapaknya. Sadar kalau Tom Gembus tertinggal, akhirnya Jon Koplo menelpon istrinya dulu yang ada di gerbong wanita untuk segera turun di stasiun terdekat karena Tom Gembus tertinggal. Bersusah payah Jon Koplo turun dari kereta, menunggu istrinya turun, nyebrang rel lagi dan menjemput Tom Gembus yang sudah menunggu sambil ditemani petugas stasiun Kereta api.

“Ealah Le Le, lungo neng Jakarta pisan ae ndadak ketinggalan sepur, marai gembrobyos ae.” Niat jalan –jalan ke Monas pun urung, karena Jon Koplo bacut gelo males uyel-uyelan neng sepur.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Hehehe...kasihan Tom Gembus. Bunda selalu aja dapat momen-momen yang "indah" untuk ditulis. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallahh...bunda,

04 Jun
Balas

Alhamdulillah, sebenarnya ini salah satu rubrik yang ada di koran Solopos.. beberapa kali sering ngirim dan tembus.

05 Jun

Subhanallah, selalu dpt kisah yg menarik tuk dibagikan Bunda Sri Sugihastuti... Salam sabtun, ndherek ngangsu kawruh Bund...

05 Jun
Balas

tulisan yang renyah, enak d baca. lucu berkesan....

06 Jun
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali