Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
MENGISI MASA PERJALANAN

MENGISI MASA PERJALANAN

Mengisi Masa Perjalanan

Oleh: Sri Sugiastuti

Semenjak kita menginjakkan kaki di bumi Persada ini . Sejak itu pulalah pengembaraan kita mulai. Manusia bertebaran dan berlalu-lalang di muka bumi menuju Allah Subhanahuwata'ala. Masa tempuh perjalanan kita adalah batas umur yang ditetapkan Allah kepada kita. Apa saja yang kita perbuat dan dapatkan dalam perjalanan itu? Semua tergantung dari apa yang kita kerjakan.

Dengan kata lain umur kita adalah batas dan masa perjalanan menuju Allah itu sendiri sedangkan perputaran antara siang dan malam adalah sebagai fase dan jenjang dari suatu perjalanan yang harus ditempuh dari satu fase atau jenjang ke fase-fase berikutnya hingga akhirnya kita sampai ke batas tujuan. Tujuan kita adalah kampung akhirat yang kekal. Dimana sudah ada batasan apakah di neraka atau di surga.

Orang yang cerdik adalah orang yang menempatkan fase perjalanannya senantiasa berada di hadapannya dan menempuhnya dengan penuh selamat serta dapat membawa maslahat.Apabila satu fase telah diselesaikannya, maka ia bersegera konsentrasi menghadapi fase berikutnya.Ia dengan semangat bersegera untuk menapaki yang berikutnya. Itu dilakukan karena khawatir bila hatinya justru terbalik . Bagaimana jika hatinya menjadi keras, angan-angannya menerawang ke alam hampa. Dan ia juga takut bila sampai nafsunya terbius penyakit malas untuk melanjutkan perjalanan hingga terbengkalai lah misi perjalanannya.

Oleh sebab itu, ia menganggap umurnya sebagai satu fase yang amat singkat lalu mengisinya dengan berbagai amal kebaikan. Secara konsisten dan berdedikasi tinggi, ia jalani hari-hari hari dengan keistiqomahan dalam berbuat kebaikan.

Demikianlah bila kita mampu merasakan bahwa sebenarnya keberadaan kita di muka bumi ini amatlah singkat dan pendek. Bila kita benar-benar prihatin dan menyadari. Sungguh andai kurun waktu yang hanya sekejap berlalu sia-sia, pastilah kita akan merugi. Menyadari keterbatasan usia, oleh karenanya kita harus berlomba-lomba meraih kebaikan (fastabiqulkhoirot) sehingga apa yang nampaknya berat di hadapan kita justru menjadi ringan.

Pada akhirnya tanpa terasa kita berhasil melalui fase-fase berikutnya di antara sisa-sisa umur. Tiba saatnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala memanggil kita untuk menghadap-Nya dan disitulah terminal terakhir dari perjalanan manusia. Allah pun siap menerima laporan dari masing-masing hamba-Nya tentang amal perbuatan yang dilakukannya selama meniti perjalanan menuju kepada-Nya.

Masih ada waktu untuk berbuat kebaikan. Bersegeralah, karena kapan kita dipanggil menghadap-Nya, sudah dekat atau masih jauh itu menjadi rahasia-Nya.

Soloraya, 25-11-2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Hidup bagai musafir. Bun.

26 Nov
Balas

Semoga kita musafir yang penuh dengan bekal dan tidak kecewa ketika pulang ke kampung akherat

26 Nov

Subhanallah...tulisan yang "nonjok" sekali. TERIMA KASIH BUNDA ASTUTI.

26 Nov
Balas

Sama-sama Bu Rini . Saya hanya menyampaikan apa yang pernah saya baca

26 Nov

Terimakasih, bun. Sungguh menjadikan semangat pagi ketika akan melangkah. Sangat bermanfaat tulisan,bunda.

26 Nov
Balas

Alhamdulillah sekaligus mengingatkan diri sendiri

26 Nov

terimakasih ibu .... jada bahan renungan biuat kita .... Sangat bermamfaat bu ...ditungu tukisan ibu selanjutnya

26 Dec
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali