Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
*Musibah itu Juga Rezeki*

*Musibah itu Juga Rezeki*

*Musibah itu Juga Rezeki*

Catatan Ramadan 24

_Oleh: Sri Sugiastuti_

Kata orang menunggu itu pekerjaan yang paling menyebalkan nah itu yang saya alami Ketika pak Kanjeng tak kunjung datang menjemput saya setelah acara buka bersama di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta tepatnya tanggal 8 Juni 2018 ba'da maghrib seharusnya saya sudah ada di rumah dan mempersiapkan diri untuk berangkat ke masjid salat salat tarawih berjamaah di malam genap Ramadhan tapi qodratullah tidak sesuai dengan rencana saya.

Pak Kanjeng tak juga muncul di tempat biasa saya menunggu 5 menit 10 menit dan 15 menit berlalu. Mata saya konsentrasi tertuju di jalan tempat biasa pak Kanjeng melintas. Akhirnya pandangan mata bergerak ke pintu gerbang sekolah.

Saya melihat ada sepeda motor yang baru saja meluncur ke arah pintu gerbang itu. Mengapa saya tidak melihat pengemudi berjaket hitam itu tetapi tiba-tiba sudah muncul di depan pintu gerbang SMA itu?

Jantung saya berdetak kaget, ketika saya memanggil dan saya yakin ia adalah Pak Kanjeng orang itu diam saja. Tanpa respon sama sekali. Akhirnya saya pun mendekat, kali ini Pak Kanjeng tidak seperti biasanya dia berkata dengan suara yang tidak jelas dan matanya terpejam. Kemudian saya mendekat dan bertanya apa yang terjadi.

Ternyata dia baru saja mendapat kecelakaan. dia merintih kesakitan dan akhirnya perlu 4 orang memindahkan Pak Kanjeng dari sepeda motor ke kursi panjang yang ada di ruang piket. Teman guru dan Mas Memet salah satu satpam di SMA Muhammadiyah pembantu Pak Kanjeng dan yang lain menyiapkan minum juga minyak kayu putih. Suasana jadi heboh sesaat.

Setelah ia lebih nyaman, saya baru bisa bertanya apa yang telah terjadi, dengan suara yang masih gemetar Pak Kanjeng menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya. Ternyata pak Kanjeng baru saja jatuh tangannya tertimpa stang sepeda motor sementara pipinya dicium oleh aspal jalan raya.

Yang membuat saya heran dalam keadaan seperti itu Ia masih bisa mengendarai sepeda motor dari lokasi kecelakaan sampai ke depan pintu gerbang SMA Muhi. Kemauan dan tekadnya agar saya tidak menunggu lama. Maka dalam keadaan berbahaya pun ia ingin segera sampai di tempat tujuan. Padahal ketika mengendarai sepeda motornya ia menahan sakit sekaligus pandangan matanya kabur.

Dilihat secara fisik tidak ada luka yang membahayakan hanya bagian ibu jari kaki yang luka sedikit pipi yang memar karena. terkena aspal dan telapak tangan kanan memar dan terlihat mulai membengkak sedang bila disentuh atau digerakkan sakitnya luar biasa.

Pak Kanjeng menceritakan kronologis kejadiannya mengapa ia bisa jatuh. jalan di dekat palang kereta api menuju SMA Muhi hampir 5 bulan ini memang terlihat pada apalagi dibarengi dengan lintasan kereta yang lebih sering dikarenakan adanya arus mudik ditambah lagi dengan pengalihan jalan karena adanya pembangunan flyover di daerah Manahan.

Posisi Pak Kanjeng saat itu berada dari arah utara menuju ke selatan tiba-tiba dari jalan yang ada di sebelah kirisebuah sepeda motor melaju kencang otomatis Pak Kanjeng ngerem mendadak. nah di saat ngerem itulah Iya terpeleset di jalan yang penuh pasir tangannya tertimpa stang dan saat itu langsung ditolong oleh orang yang ada di sekitar situ.

Merasa memiliki tanggung jawab harus menjemput istrinya ia memaksakan diri untuk bisa sampai di tempat tujuan. Sebetulnya dari salah satu penolong ada yang ingin membantu, malah ingin mengejar pelaku yang membuat Pak Kanjeng terjatuh. Tetapi Pak Kanjeng melarangnya sudah biarkan saja, ini karena saya kaget, mengerem mendadak dan jatuh sendiri.

Pak Kanjeng masih dalam keadaan lemas dan saya mengkhawatirkannya. Saya putuskan untuk ke RS PKU Solo yang paling dekat dengan lokasi kami. Akhirnya kami sampai di IGD dan ditangani dengan baik oleh petugas dan dokter yang ada di sana. Pak Kanjeng langsung ditangani dan diobati sementara saya harus mengisi form pendaftaran dan sempat ditanya apakah memiliki kartu BPJS. Alhamdulillah kartu tersebut selalu ada di dompet pak Kanjeng.

10 menit waktu yang dibutuhkan untuk mengisi form dan berkas pemeriksaan. Setelah itu saya menghampiri Pak Kanjeng yang sedang diobati. Salah satu petugas mengatakan Apakah tangannya ini mau dirontgen sesuai dengan saran dokter, dengan catatan biaya rontgen tidak tercover oleh BPJS. Saya sepakat tetap di rontgen untuk mencari aman dan tidak bolak-balik ke rumah sakit dan bisa dituntaskan sekaligus.

Adzan isya berkumandang terdengar jelas dari masjid di RS PKU Solo. Pak Kanjeng berguman bahwa ia tidak bisa salat tarawih berjamaah di masjidnya.

"Sabar Pak kita bisa salat di rumah nanti. Sekarang kita tunggu dulu petugas yang akan mengantar Bapak rontgen ke gedung sebelah. Saya beli roti dan air mineral dulu di toko depan situ ya?"

Saya bergegas membeli roti dan camilan lainnya. Sambil menunggu petugas datang Kak Kanjeng saya suapi roti. Saya pandangi wajahnya yang menahan sakit, berbagai macam pikiran terlintas di benak saya. Dan saya berharap tidak ada hal yang serius dengan telapak tangan kanannya.

Tangan kanan itu fungsinya sangat vital. Intinya saat ini Pak Kanjeng diminta untuk istirahat dari berbagai kegiatan yang menggunakan tangan kanan. Menurutnya sakit sekali bila digerakkan. Artinya saya harus sabar menerima kenyataan ini karena Pak Kanjeng adalah bagian dari penunjang aktivitas yang sering saya lakukan.

Saya pilih menunggu dan tidak ikut ke ruang rontgen. Saya gunakan waktu menunggu itu untuk membuat status di Facebook. _Hmmm,_ respon dari teman-teman begitu banyak dan justru mengundang tanya karena status saya memang tidak jelas. Pemahaman pembaca saya yang tertimpa musibah. Akhirnya saya harus menjawab dan menjelaskan bahwa yang mendapat musibah adalah Pak Kanjeng.

Selesai dirontgen dokter memperlihatkan hasil rontgen tersebut. Alhamdulillah hasil itu menggembirakan tidak ada yang cedera ataupun yang retak dari tulang telapak tangan kanan Pak Kanjeng. Dokter hanya berpesan, tangan itu harus diistirahatkan, meminum obat anti nyeri, dan jangan dipijat atau diurut. Semua itu saya sampaikan ke pak Kanjeng.

" Sabar ya Pak, musibah ini juga rezeki. Bapak tau, ibu tadi menerima banyak kejutan dari berbagai amplop yang berisi uang sebagai rezeki yang tidak ibu sangka sama sekali. Begitu juga dengan musibah ini. Besok untuk sementara kegiatan ibu yang berurusan dengan transportasi bisa dilayani dengan jasa online."
Pak Kanjeng hanya tersenyum.

Tiba Waktunya saya menyelesaikan administrasi yang ada. Karena di awal sudah diminta kartu BPJS saya berharap bisa tercover biaya pengobatan ini. Ternyata ada ketentuan lain bahwa pengobatan ini bukan yang serius jadi BPJS tidak bisa mengcover sedikitpun semua murni atas biaya sendiri.

Nilai uang kalau di rumah sakit itu tidak ada harganya untuk rontgen dan obat anti nyeri plus pelayanan yang lumayan bagus ya Saya harus mengeluarkan uang antara 300 sampai Rp500.000 Alhamdulillah ada amplop yang isinya Rp500.000 di dalam tas dan bisa mengcover pembayaran di IGD itu. obat dan hasil rontgen sudah di tangan saya pun segera memesan grab. Dalam hitungan 5 menit grab sudah datang dan Pak Kanjeng segera duduk manis di dalam mobil yang akan membawa kami pulang ke rumah.

Sampai di rumah saya segera ganti baju dan menyiapkan menu berbuka puasa saya yang tertunda yaitu nasi rawon dilengkapi telur asin dan kerupuk udang. nikmatnya Makan Sepiring Berdua dan menyuapi sang suami yang tangan kanannya sedang istirahat sesaat. Ada Kemesraan dan harapan agar kedepannya Pak Kanjeng lebih hati-hati bila mengendarai sepeda motor.

_Bersambung._

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Rezeki memang dalam bentuknya yang berbeda-beda ya bu, semoga Pak kanjeng segera sembuh

10 Jun
Balas

Aamiin YRA. Rezekinya berupa istirahat di rumah, tidak ngantar saya kesana-kemari dengan kegiatan yang padat merayap

10 Jun

Selalu ada hikmah di setiap kejadian yang menimpa kita ...njih Bunda ? Syafakallah...Pak Kanjeng. Makin mesra...bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

11 Jun
Balas

Jazakilahu khasiran .Bu Nana. Rezeki punya kesempatan istirahat di rumah

11 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali