Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
PERAN OTAK DALAM BELAJAR

PERAN OTAK DALAM BELAJAR

A. Peran Otak Dalam Belajar

Pengertian belajar adalah merupakan aktivitas yang dilakukan setiap orang sejak masa kanak-kanak sampai dewasa atau menjadi orang tua. Banyak pengertian, kutipan-kutipan pendapat dari ahli pendidikan, penulis-penulis, definisi-definisi tentang belajar antara lain sebagai berikut :

Menurut Nasution (1986: 17) dikemukakan bahwa “Belajar adalah menambah dan mengumpulkan sejumlah pengetahuan”. Sedangkan pendapat Brophy dan Good yang dikutip Ngalim Purwanto (1997: 89) dikemukakan bahwa belajar adalah suatu perkembangan dari hubungan baru sebagai hasil dari suatu pengalaman.

Dengan demikian belajar bukan hanya tingkah laku yang nampak, tetapi terutama adalah proses yang terjadi secara internal di dalam diri indivdu dalam usahanya memperoleh hubungan baru yang berupa reaksi dan perangsang. Belajar akan membawa suatu perubahan yang tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga bentuk kecakapan, ketrampilan, sikap, pengertian, harga diri dan minat.

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang diperoleh karena adanya usaha yang disengaja yang berupa pengalaman atau reaksi situasi.

Dalam belajar kita harus berpikir, dalam berpikir kita menggunakan otak. Intinya peran otak dalam belajar sangat penting. Otaklah mengendalikan semua fungsi tubuh kita. Otak merupakan pusat dari keseluruhan tubuh ini. Jika otak kita sehat, maka akan mendorong kesehatan tubuh serta menunjang kesehatan mental kita. Sebaliknya, apabila otak kita terganggu, maka kesehatan tubuh dan mental kita bisa ikut terganggu.

Seandainya jantung atau paru-paru kita berhenti bekerja selama beberapa menit, kita masih bisa bertahan hidup. Namun jika otak kita berhenti bekerja selama satu detik saja, maka tubuh kita mati. Itulah mengapa otak disebut sebagai organ yang paling penting dari seluruh organ di tubuh manusia.

Selain paling penting, otak juga merupakan organ yang paling rumit. Membahas tentang anatomi dan fungsi otak secara detail bisa memakan waktu berhari-hari. Oleh karena itu disini kita akan membahas anatomi dan fungsi otak secara garis besarnya saja sekedar membuat kita paham bagian-bagian dan fungsi otak Anda sendiri.

Inilah bagian otak dengan fungsi kerjanya masing-masing.

Otak kita membutuhkan latihan layaknya otot. Jika kita sering menggunakannya dan dengan cara yang tepat, anda akan menjadi seorang pemikir yang terampil dan juga akan meningkatkan kemampuan kita untuk lebih berkonsentrasi. Tetapi jika kita tidak pernah menggunakan otak , atau menyalahgunakannya atau merusaknya dengan bahan kimia berbahaya, kemampuan kita untuk berpikir dan belajar akan memburuk.

. Dari hasil penelitian Roger Sperry ada perbedaan dua fungsi otak sebelah kiri dan kanan akan membentuk sifat, karakteristik dan kemampuan yang berbeda pada seseorang. Perbedaan teori fungsi otak kiri dan otak kanan ini telah populer sejak tahun 1960an.Otak besar atau cerebrum yang merupakan bagian terbesar dari otak manusia adalah bagian yang memproses semua kegiatan intelektual, seperti kemampuan berpikir, menalarkan, mengingat, membayangkan, serta merencanakan masa depan.

Sedangkan otak besar dibagi menjadi belahan kiri dan belahan kanan, atau yang lebih dikenal dengan Otak Kiri dan Otak Kanan. Masing-masing belahan mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Beberapa pakar menyebutkan bahwa otak kiri merupakan pusat Intelligence Quotient (IQ).

Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis dan segala jenis kegiatan kreatif lainnya.

Belahan otak mana yang lebih baik? Keduanya baik. Setiap belahan otak punya fungsi masing-masing yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Akan tetapi, menurut penelitian, sebagian besar orang di dunia hidup dengan lebih mengandalkan otak kirinya. Hal ini disebabkan oleh pendidikan formal (sekolah dan kuliah) lebih banyak mengasah kemampuan otak kiri dan hanya sedikit mengembangkan otak kanan.

Orang yang dominan otak kirinya, pandai melakukan analisa dan proses pemikiran logis, namun kurang pandai dalam hubungan sosial. Mereka juga cenderung memiliki telinga kanan lebih tajam, kaki dan tangan kanannya juga lebih tajam daripada tangan dan kaki kirinya. Sedangkan orang yang dominan otak kanannya bisa jadi adalah orang yang pandai bergaul, namun mengalami kesulitan dalam belajar hal-hal yang teknis.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Akan menjadi manusia yang unggul dalam kualitas jika seseorang dapat dioptimalkan fungsi otaknya secara maksimal, lebih-lebih jika kita pendidik bagaimana bisa mengoptimalkan fungsi otak siswa dengan tepat.

11 Jun
Balas

Pengetahuan ini selayaknya dipahami orangtua dan guru sehingga tahu apa yang harus dilakukan.

11 Jun

Moga terbentuk otak yang beradab . Aamiin

11 Jun
Balas

Otak yang harus dikedalikan oleh hati yang bersih..

11 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali