Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
PRAHARA DATANG  (1 ) DEBURAN OMBAK WAKTU

PRAHARA DATANG (1 ) DEBURAN OMBAK WAKTU

Diah mengendarai mobilnya dalam kondisi tidak tenang padahal jalanan padat merayap. Konsentrasi Diah ketika menyetir mobil tidak begitu baik. Pikirannya bercabang pada pembicaraan telpon yang diterima setengah jam yang lalu.

“ Bu segera datang ya… Bapak terkena serangan jantung ketika bermain golf di Padang golf Adi Sucipto. Ini posisi dibawa ke rumah sakit, Ibu segera kesana ya!” Pinta Pak Anas sahabat Marwoto.

“ Bagaimana keadaannya Pak? Koq bisa ? Padahal dia ngga punya riwayat sakit jantung.” Diah bertanya untuk menghilangkan rasa kaget dan kekhawatirannya.

“ Kejadiannya mendadak sekali Bu. Semoga semua baik-baik saja. Kami tunggu secepatnya Bu, di RS.Happy Land ya Bu!” Pak Anas menyudahi percakapannya.

Diah belum tahu keadaan sebenarnya tentang serangan jantung Marwoto. Berharap yang terbaik untuk suaminya. Sebenci apapun Diah dengannya, saat ini Marwoto membutuhkannya segera ada di sisinya.

“Aku tidak mau hal terburuk menimpa suamiku. Ya Allah selamatkan dia, dan sembuhkanlah, aku akan merawatnya dengan baik.” Diah memohon pada Allah agar dia diberi kekuatan untuk melupakan perlakuan Marwoto terhadap dirinya akhir-akhir ini.

Perjalanan Solo-Yogya termasuk jalur padat dan begitu banyak traffic light yang dilewati. Di sepanjangan perjalanan itu berbagai bayangan tentang keadaan, dan solusi apa yang akan diambil, berseliweran di benak Diah.

“Andai saja aku bisa minta bantuan Dora Emon pasti aku akan segera sampai kesana dan tahu persis apa yang terjadi dengan mas Oto.Ya Allah mengapa aku harus nervous seperti ini. Padahal yang namanya serangan jantung itu bisa menimpa siapa saja.Ayo tenang Diah.!” Dihiburlah dirinya.

Akhirnya sampai juga Diah ke rumah sakit yang dituju. Diah langsung masuk ke ruang IGD, dimana Marwoto dirawat sementara. Tubuhnya dipasangi berbagai alat untuk membantu pernafasan dan juga alat kerja jantungnya. Rasa iba Diah melihat kondisi suaminya tak terbendung. Kondisi Marwoto setengah sadar setengah tidak.

“Mas, aku sudah datang, tenang ya Mas.! Semua akan baik-baik saja.” Bisik Diah di telinga suaminya.

Perawat meminta Diah menemui dokter yang menangani Marwoto pertama kali. Tergopoh Diah menuju meja dokter dan mendengarkan penjelasan dari dokter yang memeriksa suaminya.

“Bapak harus istirahat full Bu, check-up lengkap kalau perlu dilakukan scanning. Biar terdeteksi lebih ini tentang penyakitnya, sehingga pengobatannya bisa lebih tepat dan akurat. Semoga semua baik, dan hanya karena factor kelelahan saja.sehingga Bapak bisa cepat sembuh.” Dokter menjelaskan diagnose sementara dari penyakit Marwoto.

Diah sedikit lega. Sejam kemudian Marwoto sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Dirapikan semua perlengkapan Marwoto yang ada. Dompet, HP, sapu tangan dan pakaiannya. Sementara peralatan golf dibawa sopir pribadinya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Sip Bu Astuti...

11 Apr
Balas

besok di lanjut di perjalanan ya

11 Apr

Semoga Marwoto segera sembuh dan Diah kuat menjalani semuanya. Aamiin.Baarakallah...Bunda.

11 Apr
Balas

Bagian dari azab yang harus diterima Marwoto Bu karena perbuatannya

11 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali