Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
SABAR, OH SABAR

SABAR, OH SABAR

Sifat dan sikap sabar sering kali diulas dalam Quran dan Hadis dan dibahas secara detil dalam sebuah tausyiah. Mengapa? Karena sabar itu termasuk salah satu tingkatan tertinggi yang harus dimiliki oleh hamba Allah. Begitu pentingnya memiliki sikap sabar ini, sehingga orang tua dan guru harus bisa memberi contoh pada anak didiknya.

Sikap sabar harus dipupuk sejak kecil. Anak perlu dibimbing untuk belajar bersabar dan tidak selalu mengatakan saja apa yang diinginkan. Anak perlu belajar memahami perasaan orang lain. Anak-anak cenderung sangat terbuka dalam mengkritik atau memberikan komentar mengenai apa yang dilihatnya. Misalnya, seorang anak melihat seorang yang berjalan timpang, langsung bertanya: Mengapa orang itu jalannya aneh? Orang yang bersangkutan bisa merasa sedih atau mungkin tersinggung. Anak itu sebaiknya dibimbing supaya dalam spontanitasnya, ia tetap mempertimbangkan perasaan dan harga diri orang lain.

Sikap sabar akan membuahkan sesuatu yang menyenangkan dan pasti tiada penyesalan di kemudian hari. Jelaskan bagaimana ia harus sabar dalam mendengaran penjelasan guru. Bagaiman ia harus bersikap ketika sudah waktunya dijemput tapi jemputannya tidak kunjung datang. Atau bisa juga ketika ia menginginkan sesuatu tapi harus menunggu lama karena terjadi ayahnya belum punya uang.

Anak yang tidak diajarkan bersikap sabar. Akan merugikan, baik itu dalam belajar maupun dalam bergaul. Maka sebagai orang tua harus tiada lelah mengingatkan anaknya agar bisa menahan diri ketika dalam keadaan yang tidak nyaman atau kurang pas dengan apa yang diinginkan. Beri penjelasan bahwa setiap orang itu berbeda. Ia harus bisa menempatkan diri sebagai anak yang sopan dan mengerti aturan atau etika yang ada di masyarakat.

Apakah menanamkan sifat sabar itu sulit? Tergantung bagaimana kita mengawalinya dan memperbanyak contoh dari sikap yang kita miliki. Jangan sampai hanya berhenti di teorinya saja. Tanamkan pada diri sendiri dan diri anak bahwa “ Buah sabar itu manis”

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Pembelajaran yang indah. terima kasin Bunda ...

07 Apr
Balas

Alhamdulillah happy weekend

07 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali