Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya
SI SAWO BLUDRU

SI SAWO BLUDRU

Si Sawo Bludru

Oleh : Sri Sugiastuti

Jumat ceria kali ini kegiatan kami adalah jalan sehat. Rute yang biasa kami lalui adalah berjalan mengelilingi Stadion Gelora Manahan.Sambol berjalan santai, kami merasa beruntung tinggal di kota Solo yang memiliki fasilitas olahraga yang cukup memadai.

Hampir setiap pagi dan sore lapangan olahraga itu tak pernah sepi dari aktivitas orang berolahraga atau pun hanya sekedar berjalan-jalan menikmati udara sore atau pagi hari. Tempat ini menjadi tempat favorit untuk orang yang ingin sehat ataupun membagi waktunya dengan berolahraga.

Gelora Manahan cukup luas dan ideal sebagai sarana berolahraga. Ada beberapa pintu masuk di stadion itu sebagai akses untuk sampai ke lokasi . Bila ada pertandingan atau event khusus hampir ada 7 pintu masuk yang bisa diakses agar jalan keluar terbuka lebar dan tidak memancing kerusuhan.

Tetapi di hari biasa pintu yang dibuka hanya 2.Yaitu yang ada di sebelah barat dan satu ada di sebelah timur bagian utara. karena letak sekolah saya lebih dekat melewati pintu yang sebelah timur maka pintu itulah yang kami gunakan tiap ada kegiatan jalan sehat.

Kesempatan untuk menikmati fasilitas yang ada dengan segala kerindangan dari pepohonan yang ditanam di sekitar Gelora Manahan tidak pernah saya sia-siakan. Sambil jalan santai kami ngobrol tentang betapa bahagianya hidup di daerah tropis dengan aneka pohon buah-buahan yang kita miliki.

Dan tanpa sadar kami berkisah tentang ada beberapa pohon langka yang ditanam di sekitar halaman Gelora Manahan. Akhirnya cerita berlanjut pada aneka pohon buah langka. Salah satu teman mengatakan bahwa dari sekian tanaman yang langka itu ada pohon yang buahnya sangat enak bentuknya seperti Sawo tetapi kulit luarnya berbulu layaknya buah kiwi.

Nah loh! Tentu saja ini semakin membuat saya penasaran buah apa itu dan bagaimana rasanya sejak teman bercerita tentang buah itu sambil berjalan kaki rasa penasaran pun semakin membuncah. Acara Jalan santai konsetrasi agak pecah karena terobsesi dengan buah yang diceritakan oleh teman saya tadi.

Alhasil mata pun selalu melihat ke pohon dan berharap ada buah dari pohon tersebut. Ketika kami hampir putus asa, karena leher rasanya mau putus ketika harus melihat ke atas mencari keberadaan buah di antara rerimbunan daun itu. Pintu keluar pun hampir dilalui.

_Taraaaa!_ Nah di saat itulah saya justru melihat ada beberapa buah yang berwarna merah dan coklat. Ada yang bergerombol ada yang terpisah. Akhirnya ada harapan juga untuk bisa mengobati rasa penasaran tentang buah langka itu.

Sepanjang jalan santai tadi kami pun mendekati tukang parkir yang sedang duduk di kursi tempat dia mengutip uang parkir. Saya dengan gaya sok kenal dan akrab bersama teman saya pun serentak mengajak ngobrol si tukang parkir itu.

"Pak itu pohon apa ya? Buahnya enak nggak dimakan? Apakah pohon itu selalu berbuah tiap tahun? Rentetan pertanyaan langsung ditujukan kepada si tukang parkir. Sementara teman saya Pak Guru olahraga berusaha mencari alat yang bisa digunakan untuk memetik buah tersebut.

Sang Bapak pun mengatakan bahwa buah itu namanya buah sawo bludru dan buah itu enak dimakan bila sudah jatuh atau matang di atas pohon ketika sudah berwarna merah tua atau merah marun, sedangkan yang masih coklat kehijauan itu tidak enak dimakan.

Kami pun mohon izin sekaligus meminta buah yang ada di atas pohon itu. Dengan susah payah akhirnya ada 3 buah sawo bludru yang bisa kami nikmati. Dengan senang hati kami foto dan dibawa pulang ke sekolah.

Sampai di sekolah dan buah itu langsung langsung dipotong menjadi 4 buah. Bush yang berkulit keras itu, walaupun tumbuh bulu atau beludru tapi dalamnya empuk. Ada biji seperti buah manggis dan aroma buah tersebut sangat harum bagaikan campuran aroma sawo dan apel.

Ketika kami sedang menikmati buah tersebut salah satu teman nyeletuk dan mengatakan bahwa buah ini biasa disebut dengan nama buah Kawista dan banyak tumbuh di daerah Rembang.
Saya semakin penasaran ketika teman mengatakan buah kawista kami pun jadi ingat bahwa ada sirup yang terbuat dari buah kawista akhirnya kami pun berkesimpulan berarti buah ini banyak tumbuh di daerah Pantura dan masih dibudayakan oleh orang yang ada di sekitar sana dengan kata lain pohon ini bukan lagi termasuk buah yang langka walaupun tidak banyak dijual di pasar yang ada di sekitar Solo.

Ternyata cerita itu salah, waktu saya coba googling ternyata antara dawo bludru dan kawista beda. Diterangkan kalau Kawista itu warnanya coklat dan mempunyai banyak khasiat sedangkan Sawo bludru lebih mengarah hanya bagai buah-buahan tropis walaupun sudah langka tetapi tetap banyak digemari karena aroma dan tekstur bushnya yang lembut.Konon bisa juga sebagai bahan campuran es krim.

Saya salut dengan pemerintah daerah dan juga dewan pertamanan yang sudah menanam sawo bludru di sekitar lapangan Gelora Manahan. Setidaknya program penanaman pohon langka, bagian dari ikut melestarikan Pohon langka. Sekaligus pohon tersebut sebagai peneduh bagi para penggemar olahraga jalan sehat yang ada di sekitar Gelora Manahan

_#edisijalansehatnemubuahlangka_

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wuiiihhhh.....bunda cerita buah terus. Bikin ngences aja....membayangkannya...hehehe. Salam sehat dan sukses selalu bunda. Barakallah.

02 Oct
Balas

Jadi tambah ilmu Bun.....Salam literasi...

02 Oct
Balas

Alhamdulillah, buah langka yang rasany ewenak

02 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali