Sri Sugiastuti

Mendidik dengan hati, berdakwah lewat tulisan, membaca dengan kaca mata 5 dimensi,selalu ingin berbagi dan menjaga silahturahmi. Tulisan adalah warisan yang ber...

Selengkapnya

UJIAN KESABARAN BAGAIKAN MENANTI HUJAN REDA

“ Dia lah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada( tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu” QS.An-Nahl:10

Ayat ini berbicara tentang hujan yang membawa berkah, menghidupkan dan menyuburkan tanam-tanaman yang hijau lagi abnyak buahnya. Inilah ibarat ujian kesabaran itu, layaknya menanti hujan reda. Dan menanti itu memerlukan kesabaran yang teramat berat, terlebih ketika harus merelakan hal hal yang menyangkut duniawa. Sering kali ketika hujan kita mengeluh “ Koq lama banget ya nich hujan???, kapan berhentinya, saya mau ini, mau itu.”

Hujan yang dianggap sebagai penghambat pada urusan duniawi, sesungguhnya tanpa kita sadari adalah merupakan berkah dari-Nya. Karena kehadiran hujan, akan menghilangkan debu-debu yang berterbangan, menghijaukan tananman hingga menghasilan bunga dan buah yang ranum, menghasilkan mata air yang jernih yang sangat bermanfaat bagi semua makhluk yang hidup di bumi ini

.

Bila sampai terjadi banjir, itu karena ulah manusia, yang membuat kerusakan disana sini secara terus menerus,tanpa mereka sadari akibat yang akan terjadi dari kerusakan itu. Demi kepentingan sesaat yang rela merusak kehidupan yang akan datang. Sifat serakah manusia ikut andil dalam kerusakan ini

.

Demikian juga dengan kesabaran itu. Meski dinyana sebagai sesuatu yang pahit dirasa, menohok hati, mengiris kalbu, atau bahkan terasa berat dipikul, namun sesungguhnya Allah akan menghadiahi surge bagi para hambaNya yang sabar.

Maka bersabarlah, karena Allah beserta orang orang yang sabar. Y ujian kesabaran iu ibarat menanti hujan reda. Terasa lama dinanti bahkan divonis sebagai penghambat yang memberi mudhorot pada urusan duniawi.

Namun tidak bagi orang orang yang bersabar. Ia akan memaknai hujan sebagai berkah dari-Nya. Berapa pun lamanya,dan banyaknya curah hujanyng diturukan, sekalipun mendatangkan bahaya dan bencana, maka ia akan tetap bersabar, karena di balik ujian,pastilah mengandung hikmah.

Dan sudah semestinyalah orang orang yang beriman selalu mengambil hikmah di balik cobaan itu. Ia akan senantiasa bersyukur di kala duka maupun suka. Karena segala sesuatu di dunia ini hanyalah merupakan ujian dari-Nya, agar nyatalah siapa sesungguhnya yang hambahambaNya yang terpilih itu.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Setuju bunda.... Trim diingatkan.

05 Oct
Balas

Bu Mien, ini obat rindu menyempatkan berbagi dan menyapa disini. Terima kasih

06 Oct

Sippp Bu Astuti. Se7.

06 Oct
Balas

Bu Ismi, kapan ya bisa ngobrol sambil gendong cucunya? Kangen loh

06 Oct

Ternyata hujan membawa air bagi kehidupan, menyuburkan tanah-tanah yang gersang. Jazakumullah khoiron katsiro untuk pembelajarannya, bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...bunda.

06 Oct
Balas

Tambahan yang menyejukkan dari Bu Nana. Jangan pernah untuk berhenti bersabar ya.. Salam sehat dan semangat

06 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali